KEBIJAKAN LINGKUNGAN

Mopoli Raya Group menyadari nilai dan pentingnya kewajiban untuk mengelola perkebunan dan pabrik sedemikian rupa agar memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat pada masa sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi berikutnya di masa yang akan dating, sehingga para generasi penerus tetap dapat menikmati sumber daya sebagaimana yang ada saat ini.

Dalam menjalankan usahanya, Mopoli Raya Group berkomitmen untuk:

  1. Mematuhi kewajiban lingkungan menurut hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk persyaratan-persyaratan lainnya yang berlaku untuk kegiatan di lingkungan group perusahaan.
  2. Menerapkan dan memelihara sistem manajemen lingkungan sesuai dengan ISO 14001, Prinsip dan Kriteria dalam standar ISPO, prosedur serta praktek-praktek terbaik yang berlaku di lingkungan perusahaan Mopoli Raya Group.
  3. Menerapkan zeroburning (tanpa bakar) di semua kegiatan pembangunan kebun dan pembuangan limbah, kecuali dalam kondisi khusus sebagaimana tercantum dalam pedoman ASEAN untuk kegiatan-kegiatan zero burning.
  4. Menerapkan zero waste dalam pengelolaan operasional perusahaan yang memanfaatkan semua limbah yang dihasilkan untuk menjadi bahan yang bermanfaat dan memiliki nilai tambah dan sesuai peraturan perundang-undangan.
  5. Mengutamakan pembukaan perkebunan kelapa sawit pada daerah lahan yang tidak produktif/terdegradasi (terlantar) dan berada di daerah APL.
  6. Tidak membuka perkebunan pada lahan gambut sesuai yang telah ditetapkan pada peta indikatif gambut.
  7. Melakukan identifikasi areal Stok Karbon Tinggi (SKT) / High Carbon Stock (HCS) sesuai metodologi High Carbon Stock Approach (HCSA) dan Nilai Konservasi Tinggi (NKT) / High Conservation Value (HCV) sesuai prosedur High Conservation Value Resource Network (HCVRN) sebelum melakukan pembukaan lahan/areal perkebunan baru.
  8. Berkomitmen pada produksi dan penyediaan minyak kelapa sawit yang berkelanjutan/Sustainable Palm Oil (SPO), yang meliputi perlindungan terhadap keanekaragaman hayati, perlindungan area yang memiliki potensi Stok Karbon Tinggi (SKT) / High Carbon Stock (HCS) dan Nilai Konservasi Tinggi (NKT) / High Conservation Value (HCV), bertindak dengan cara yang ramah lingkungan dan bertanggungjawab secara sosial.
  9. Mencegah pencemaran tanah, udara dan air dengan cara pengurangan penggunaan bahan kimia, melestarikan sumber daya, pengurangan limbah/daur ulang/menggunakan kembali (Reduce/Recycle/Re-Use) limbah secara benar di setiap aspek kegiatan.
  10. Mencegah erosi tanah dan kerusakan dengan menerapkan prinsip-prinsip praktek pertanian terbaik.
  11. Mensosialisasikan Kebijakan Lingkungan ini dengan tujuan untuk memastikan karyawan (pada semua tingkatan dan fungsi organisasi) dan mitra usaha termasuk supplier, kontraktor, mitra patungan dan petani plasma sadar akan dampak lingkungan dan risiko keselamatan dan kesehatan kerja dalam kegiatan kebun dan pabrik serta kewajiban-kewajiban individu terhadap dengan isu-isu ini.
  12. Mendidik dan melatih karyawan untuk sadar terhadap lingkungan dan isu-isu terkaitnya, menerima kebijakan dan praktik, serta mempengaruhi keterlibatan dan kerjasama yang sukarela untuk melindungi lingkungan serta mengurangi dampak negatif yang merugikan lingkungan.
  13. Mendukung mitra usaha dan para petani plasma untuk meniru dan menerapkan prinsip-prinsip ini.
  14. Meminimalkan pencemaran dan mengelola pembuangan limbah (asap, limbah cair, limbah B3 dan limbah padat lainnya) yang dihasilkan selama proses pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) di pabrik kelapa sawit sesuai dengan peraturan dan persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan.

Meninjau Kebijakan Lingkungan ini secara berkala untuk memastikan kebijakan ini tetap relevan dan bisa diterapkan dalam kegiatan bisnis.