KEBIJAKAN SOSIAL

Industri Kelapa Sawit memiliki peran yang sangat penting dan signifikan dalam perkembangan sosial-ekonomi di Indonesia. Sebagai penggerak ekonomi dan pemberi lapangan kerja dalam operasinya, tujuan Mopoli Raya Group adalah membangun masyarakat yang mandiri secara ekonomi melalui hubungan yang harmonis dan berkelanjutan dengan lingkungan disekitarnya.

Mopoli Raya Group berupaya untuk mendukung ekonomi masyarakat lokal melalui pembinaan dan peningkatan kapasitas kemampuan masyarakat sebagai mitra kerja dari usaha perkebunan dan usaha kelapa sawit.

Untuk  mencapai  tujuan tersebut di atas, Mopoli  Raya  Group  akan :

  1. Mematuhi Undang-undang Ketenagakerjaan yang berlaku dan kewajiban sosial dan hukum, dan persyaratan-persyaratan lainnya yang berlaku sesuai dengan daerah operasi masing-masing unit.
  2. Menerapkan dan memelihara sistem sosial sesuai dengan prinsip-prinsip dan kriteria di dalam ISPO, kebijakan Group perusahaan dan prosedur kerja.
  3. Menghormati hak-hak masyarakat untuk memberikan atau mempertahankan dalam pemanfaatan lahan yang mereka kuasai secara hukum dan atau hak adat sesuai prinsip FPIC (Free, Prior and Informed Consent) dalam pengembangan dan konservasi dengan mengedepankan penyelesaian secara musyawarah dan mufakat.
  4. Menganut suatu kebijakan terbuka dan berkonsultasi secara terus-menerus dengan komunitas lokal dan stakeholder lainnya atau dengan organisasi yang dapat dipercaya mewakili usaha-usaha penyelesaian sengketa lahan yang termasuk dalam wilayah konsesinya secara jujur, damai dan adil.
  5. Mengidentifikasi kekurangan-kekurangan dan kesenjangan prasarana dan keahlian dasar dalam masyarakat sekitar, memberikan dukungan berupa pemberdayaan yang dibutuhkan melalui skema yang dirancang dengan baik dan hati-hati serta membangun program-program yang meliputi pendidikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
  6. Melestarikan nilai-nilai budaya dan adat istiadat masyarakat asli melalui partisipasi pengembangan nilai budaya dan adat istiadat, dukungan bagi kegiatan-kegiatan keagamaan dan turut serta dalam menjaga peninggalan-peninggalan sejarah yang ada.
  7. Menghormati dan mengikutsertakan peran petani, kelompok tani, koperasi dan para pemasok lainnya dalam menjalankan usaha dan kerjasama yang saling menguntungkan dalam rantai pasok perusahaan dengan mengedepankan unsur traceability (kemamputelusuran) meliputi aspek legalitas, kelestarian lingkungan, dan aspek-aspek lainnya sesuai yang dipersyaratkan dalam menghasilkan produk sawit yang berkelanjutan.

Meninjau Kebijakan Sosial ini secara berkala untuk memastikan relevansinya dan dapat diterapkan terhadap bisnis perusahaan.